Posted by Duto
cucak hijau,
perawatan,
tips
05.27
Cucak hijau trotolan adalah sebutan untuk burung jenis cucak hijau yang masih berumur remaja. Biasanya, dalam kondisi tersebut penampilan jantan dengan betina masih sulit untuk dibedakan. Meski begitu, cucak hijau trotolan juga memiliki kemampuan berkicau yang tak kalah dengan burung dewasa. Berikut tips perawatan cucak hijau trotolan agar rajin bunyi.
Berbeda dengan burung jantan dewasa yang sudah memiliki topeng hitam pada bagian wajah dan tenggorokannya, burung yang masih trotolan umumnya masih mempunyai bulu-bulu muda. Seiring perkembangannya, bulu-bulu muda tersebut akan bergantikan oleh bulu dewasa tergantung jenis kelaminnya.
Pada umumnya, cucak hijau trotolan yang banyak ditemukan di pasaran adalah burung bakalan dan belum pernah dilatih makan voer. Namun karena cucak hijau adalah jenis burung pemakan buah-buahan dan serangga, maka perawatannya tentu jauh lebih mudah dibandingkan dengan spesies burung pemakan serangga murni (insectivora).
Banyak kicaumania lebih senang memberi makan burung cucak hijau mereka dengan buah pisang dan serangga saja, tanpa perlu dilatih makan voer. Alasannya pun beragam mulai dari menjaga kualitas suara sampai karena buah pisang adalah jenis pakan yang sangat mudah didapatkan.
Oleh karena itu, perawatan harian cucak hijau bakalan sebaiknya tidak terlepas dari pakan buah pisangnya, terutama pisang kepok yang berwarna putih. Berikan buah pisang yang masih segar setiap hari, dan bila perlu bisa juga diselang-seling dengan pemberian buah-buahan lainnya seperti pepaya, apel, dsb.
Untuk membuat burung cucak hijau trotolan rajin bunyi, maka pemberian pakan tambahannya juga harus selalu diperhatikan. Selain mendapatkan pakan berupa buah-buahan, burung ini juga menyukai beberapa jenis serangga seperti jangkrik, ulat hongkong, dan kroto. Untuk menambah variasi pakannya, anda bisa menambahkan belalang hijau, kepompong, dan ulat bambu.
Untuk burung cucak hijau trotolan, pemberian pakan tambahannya tersebut sebaiknya tidak perlu dibatasi. Semakin banyak burung mengkonsumsi pakan serangganya itu, maka mereka akan semakin mudah untuk berbunyi. Pembatasan biasanya dilakukan setelah burung mulai berumur dewasa untuk menyetabilkan birahinya.
Selain pemberian pakannya, lakukan juga pemasteran untuk burung cucak hijau trotolan karena hal ini bisa menambah variasi suara kicauannya. Pemasteran dilakukan setiap hari secara rutin dengan waktu yang disesuaikan.
Jangan lupa juga untuk memandikan dan menjemur burung cucak hijau trotolan tersebut secara rutin. Memandikan burung dilakukan pada pagi hari, dan setelah itu burung diangin-anginkan sebentar lalu dijemur di bawah sinar matahari. Namun perlu diperhatikan bahwa penjemurannya sebaiknya dilakukan tidak lebih dari dua jam dan berakhir sebelum pukul 10:00 WIB.
Selama burung dimandikan, anda bisa membersihkan sangkar dan perlengkapan yang digunakan. Bersihkan sangkar dengan menggunakan FreshAves untuk hasil yang lebih maksimal. FreshAves membasmi semua jenis parasit, tungau, dan kutu yang bisa mengganggu penampilan burung kicauan.
Itulah tips merawat burung cucak hijau trotolan agar rajin bunyi.
Salam..
Posted by Duto
ciri-ciri burung over birahi,
cucak hijau,
over birahi
23.12
Sebagian kicaumania masih beranggapan bahwa cucak hijau adalah jenis burung yang mudah sekali berubah-ubah karakter dan perilakunya. Padahal jika kita perhatikan, perubahan karakter atau perilaku tersebut sebagian besar disebabkan oleh kondisi burung itu sendiri, misalnya kurang fit maupun sedang mengalami masalah birahi atau ob (over birahi). Untuk mengenali permasalahan tersebut berikut lima ciri-ciri khusus cucak hijau alami over birahi.
Dari sekian jenis burung kicauan yang cukup popular dipelihara, cucak hijau adalah jenis yang mempunyai julukannya sendiri. Di kalangan kicaumania, cucak hijau mendapat julukan sebagai burung pin-pin bo yang merupakan singkatan dari pintar-pintar bodoh. Julukan tersebut diberikan karena cucak hijau dianggap cukup cerdas menirukan suara kicauan burung lainnya tapi mudah juga melupakan suara masterannya itu.
Bagi banyak orang, sifat cucak hijau tersebut dianggap cukup unik dan menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, cucak hijau juga sangat terkenal dengan gaya ngentrok / njegrig yang sangat khas ketika bertemu lawannya. Oleh karena itu cucak hijau sudah lama dikenal sebagai salah satu jenis burung piaraan terpopular di Indonesia selain murai batu dan kacer.
Walaupun demikian, tidak sedikit juga kicaumania yang masih menganggap burung ini mudah sekali berubah-ubah perilakunya. Mereka umumnya menganggap perubahan perilaku tersebut dipengaruhi oleh pola rawatan dan pemberian pakannya. Bahkan tak sedikit juga yang menyebut kalau penggantian perawat/orang yang merawatnya bisa jadi pemicu masalah tersebut.
Satu hal yang perlu diketahui oleh kicaumania di sini adalah bahwas perubahan perilaku dari burung cucak hijau sebenarnya tidak hanya diakibatkan oleh pola rawatan yang kurang tepat saja, tapi bisa juga disebabkan oleh hal lainnya seperti burung yang sedang kurang fit atau karena mengalami over birahi (ob). Nah, dari berbagai kasus yang dijumpai, over birahi adalah kondisi yang paling sering ditemukan pada cucak hijau.
Menurut pengamatan agrobur.com, terdapat setidaknya 5 (lima) ciri-ciri khusus dari burung cucak hijau yang sedang mengalami over birahi. Kondisi tersebut jika dibiarkan tentu bisa menyebabkan perubahan perilaku maupun karakter dari burung itu sendiri. Berikut adalah lima ciri-ciri khusus cucak hijau yang alami over birahi / ob.
1. Memelet-meletkan lidah
Memelet-meletkan lidah yang terkadang disertai juga dengan gelengan kepala dan suara seperti ngeriwik adalah salah satu ciri yang paling umum ditemukan pada burung cucak hijau yang sedang mengalami over birahi. Biasanya kalau sudah berperilaku yang demikian, cucak hijau tersebut akan menjadi jarang sekali berkicau dengan lantang dan cenderung bersuara ngeriwik saja sepanjang harinya.
2. Mengembangkan bulu (ngebalon)
Perilaku mengembangkan bulu-bulunya sehingga tubuhnya tampak jadi lebih besar (ngebalon) tidak hanya dijumpai pada burung kacer saja. Bahkan cucak hijau yang sedang mengalami over birahi pun akan berperilaku yang demikian.Dalam kondisi tersebut, cucak hijau yang kerap ngebalon umumnya tidak akan bisa tampil dengan maksimal ketika akan dilombakan. Mereka biasanya akan cenderung bertingkah nakal seperti naik-turun tenggeran dan jarang mengeluarkan kicauannya.
3. Mendadak ngentrok / njegrig
Cucak hijau disukai karena gaya ngentroknya yang khas. Tapi tak sedikit juga kicaumania yang mengeluh kalau burung mereka tidak bisa bergaya ngentrok ketika bertemu lawannya. Nah, kalau anda kemudian mendapati cucak hijau piaraan mendadak ngentrok pada waktu didekati / dimainkan dengan tangan maka kemungkinan besar burung tersebut sedang mengalami over birahi.
4. Berubah jadi galak
Selain burung yang mendadak ngentrok, cucak hijau yang over birahi juga biasanya akan tiba-tiba menjadi galak terutama ketika dimainkan dengan tangan. Kondisi tersebut muncul ketika burung mengalamim emosi yang tinggi sehingga menyebabkan mereka mudah ngentrok dan galak meskipun hanya dimainkan dengan tangan.
Burung yang terlalu galak atau ngentrok tentu tidak akan bisa disertakan dalam lomba karena penampilannya akan menjadi tidak maksimal. Selain jarang berkicau, cucak hijau tersebut juga akan cenderung mengejar-ngejar lawannya atau ngeruji.
5. Menjadi burung yang pendiam
Over birahi tidak hanya menyebabkan burung mudah emosi saja tetapi juga berpengaruh pada kegacorannya. Kalau sebelumnya cucak hijau tersebut dikenal sangat rajin berbunyi / gacor setelah mengalami over birahi maka mereka akan cenderung menjadi pendiam atau jarang berbunyi. Kalaupun dipaksakan untuk dilombakan tentu tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.
Semoga bermanfaat
Posted by Duto
cucak hijau,
tips
00.36
Memelihara cucak hijau memang mengasyikan, apalagi ketika mendengar suara kicauannya yang mengalun merdu dan penuh variasi. Namun tak jarang dalam perawatan burung cucak hijau tersebut sering ditemukan berbagai kendala terutama yang berkaitan dengan kondisi dan perilakunya. Sebagai panduan bagi anda, berikut kupas tuntas masalah cucak hijau.Mengatasi cucak hijau yang over birahi (OB)Mengatasi cucak hijau yang over birahi bisa dilakukan dengan memberikan ulat bambu secara rutin, alternatifnya adalah memberikan buah belimbing atau jambu air selama beberapa hari sampai kondisi birahinya kembali normal. Kroto untuk cucak hijau Pemberian kroto yang diberikan dengan takaran yang pas dalam artian tidak berlebihan sangat baik untuk burung cucak hijau agar menjadi lebih rajin berbunyi dan membantu meningkatkan mental tarungnya. Kroto yang diberikan sebaiknya dipilih yang berbentuk kapsul/telur kroto, selain itu usahakan agar kroto tersebut masih segar, bersih dari kotoran maupun semut yang mati.Pemberian voer untuk cucak hijauVoer bagi cucak hijau adalah pakan alternatif atau pakan tambahan bukan sebagai pakan utama, karena pakan utama mereka adalah buah-buahan dan serangga, keuntungan burung cucak hijau yang tidak menyukai voer adalah burung lebih gacor / rajin bunyi, suara yang lebih kencang atau full, bulu-bulu yang lebih berkilau dan sehat, memiliki mental yang bagus , oleh karena itulah banyak penggemar burung cucak hijau yang sering bermain dikontes tidak pernah memberikan makanan kering (voer) bagi burung mereka. Akan tetapi jika anda termasuk orang yang sibuk dan selalu bepergian maka pilihan voer sebagai pakan utama cucak hijau anda mungkin merupakan pilihan yang bijaksana. Pemilihan sangkar untuk cucak hijauPemilihan sangkar yang tepat untuk cucak hijau bisa dengan cara melihat karakter burungnya, kalau karakter burung adalah nagen dengan gaya ngentrok (jambulnya) maka bisa dipilih kandang bulat ( cungkok yang sering digunakan untuk sangkar hwamei agar burung lebih fokus terhadap suara dan gayanya, tetapi jika cucak hijau termasuk yang berkarakter loncat naik turun sambil berbunyi dan ngentrok maka bisa menggunakan sangkar kotak dengan dua tenggeran sejajar. Madu untuk cucak hijauMadu bisa diberikan sebagai pakan tambahan bagi burung yang dalam kondisi ngedrop atau macet bunyi, madu yang diberikanpun harus secukupnya bisa dengan cara disimpan dalam wadah terpisah ataupun dioleskan pada buahnya sepreti pisang. untuk burung normal pemberian madu sebaiknya jangan diberikan setiap hari, cukup seperlunya saja misalnya seminggu satu atau dua kali. Cucak hijau yang enggan memakan jangkrikBurung cucak hijau yang tidak doyan jangkrik bisa diatasi dengan menusukan lidi pada jangkrik yang sudah dipotong kakinya lalu diberikan dengan cara digoda ( digoyang lidinya dihadapan burung ), setelah beberapa hari digoda burung akan bisa menikmati jangkrik tersebut. Cucak hijau sulit buang kotoranBurung cucak hijau yang sering terlihat kesulitan sewaktu membuang kotoran bisa diatasi dengan mengganti buah yang sering diberikan setiap hari dengan buah lain misalnya pisang diganti dengan pepaya atau apel merah sampai burung kembali lancar dalam buang kotorannya.Pemilihan buah pisang untuk cucak hjauBuah pisang yang baik untuk cucak hijau dan burung lainnya adalah pisang kepok yang berwarna putih. pisang yang daging buahnya berwarna putih ini sangat disukai oleh banyak burung ketimbang pisang yang daging buahnya berwarna kuning yang memiliki rasa manis. Cucak hijau tidak mau mandi karambaBurung yang tidak mau mandi dikaramba bisa dilatih dahulu dengan cara menyemprotnya dengan sprayer dengan setelan halus untuk memancing burung mandi atau memasukan ikan kecil / jangkrik kedalam air mandinya didalam karamba, untuk hal ini memang butuh kesabaran. kalau selama setengah hingga satu jam burung masih belum mau mandi bisa dicoba lagi pada lain waktu. Cucak hijau melet-melet lidahCucak hijau ketika dilombakan hanya mengeluarkan suara ngeriwik saja atau sekedar memelet-meletkan lidahnya kemungkinan besar karena burung tersebut jarang dilatih atau sehingga menjadi demam panggung. Kondisi lain yang mungkin adalah burung kurang birahi ( setelan jemur dan EF seperti jangkrik masih kurang ) atau burung masih berusia muda dan belum siap untuk ditarungkan. Masalah ngentrok pada cucak hijauMasalah ngentrok dan jambul adalah karakter dan bakat dari burung itu sendiri dan biasanya ngentrok dan berjambul tersebut sering sekali terlihat pada burung cucak hijau yang berukuran tubuh sedang dan panjang / langsing misalnya cucak hijau dari daerah pekalongan, jember, dsb dibanding pada cucak hijau yang bertubuh besar (super). karena sudah merupakan bakat dari burung tersebut jadi tidak bisa dimunculkan begitu saja tetapi beberapa penggemar burung menganjurkan agar sering melatih dengan cucak hijau yang memiliki bakat tersebut agar bisa ditiru gayanya oleh burung yang tidak mau ngentrok maupun ngejambul tersebut.Demikian kupas tuntas segala masalah cucak hijau untuk edisi kali ini. Semoga manfaat
Posted by Duto
cucak hijau,
pakan
22.03
Banyak kicaumania yang mengeluh kalau burung cucak hijau rawatan mereka tetap tidak mau berkicau/macet bunyi meskipun telah melakukan beragam terapi untuk memulihkannya. Padahal jika kita melihat ke masa lalu, banyak kicaumania sering memberikan kelabang untuk burung miliknya yang macet bunyi.
Kelabang adalah hewan berkaki banyak yang umum ditemukan di tempat-tempat yang lembab seperti dibawah tumpukan bata/batu, didalam lubang di tanah dekat akar pohon, dan sebagainya. Beberapa jenis hewan ini dianggap mempunyai bisa/racun yang dampaknya bisa kurang baik jika tersengat atau masuk ke dalam tubuh. Burung liar pun gemar menyantap kelabang meski hal itu dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pakannya. Namun perlu diketahui bahwa kelabang bukan termasuk pakan utama bagi beberapa jenis burung liar. Kebanyakan burung memangsa kelabang yang ditemuinya adalah untuk bertahan hidup. Itu sebabnya pula kenapa banyak jenis burung liar memiliki umur yang lebih pendek dibandingkan yang burung peliharaan.  |
| Burung kecar yang memangsa kelabang |
Bagi burung cucak hijau yang macet bunyi, pemberian kelabang bisa dilakukan setelah terlebih dahulu memotong bagian kepala dan ekor dari kelabang tersebut. Untuk menghindari racun/bisa mengenai kulit kita, sebaiknya menggunakan pinset untuk memasukkan tubuh kelabang ke dalam cepuk pakannya atau diberikan langsung pada burung. Kelabang sebaiknya tidak diberikan secara berlebihan dan cukup satu kali saja dalam waktu seminggu. Selain itu, kelabang juga dapat diberikan pada burung yang macet bunyi, burung yang beres mabung, dan burung bakalan. Tidak dianjurkan memberikan kelabang pada burung yang sudah jadi / mapan karena dapat membuat bulu-bulunya menjadi rontok/nyulan. Semoga bermanfaat
2010
BlogNews Magazine. All Rights Reserved.
-
Designed by SimplexDesign