Posted by Duto
bubut jawa,
burung indonesia
06.44
Melihat ukuran tubuh dan bentuk paruhnya yang besar, orang mungkin akan menyangka bubut jawa adalah sejenis predator seperti elang. Tapi bubut adalah jenis burung yang berperilaku lembut, bahkan populasinya kini semakin mengkhawatirkan karena terlalu sering diburu untuk diperdagangkan.
Bubut adalah sebutan di Indonesia untuk Crow pheasant yang dikenal dengan nama Coucal (Centropus sp.). Ada beberapa jenis yang cukup dikenal yaitu Bubut besar (Centropus sinensis) dan bubut kecil (Centropus bengalensis). Spesies burung ini tersebar di seluruh daratan Asia mulai dari India hingga ke China, Nepal dan Indonesia.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai burung bubut dan mitosnya sebagai penyembuh patah tulang, silakan simak tulisan agrobur berikut ini:
Semoga manfaat
Posted by Duto
burung indonesia,
burung masteran,
informasi,
manyar
23.39
Manyar adalah jenis burung pemakan biji-bijian yang masih bisa dijumpai di beberapa daerah di Indonesia. Spesies burung ini menyukai habitat terbuka seperti padang rumput, tepian hutan, rawa-rawa, perkebunan, sawah, dan sering juga bersarang di pekarangan. Manyar mungkin masih dipandang sebelah mata oleh sebagian kicaumania, tapi jika dirawat sejak masih berumur muda, manyar akan mempunyai kemampuan berkicau yang tidak kalah dari kenari dan sejenisnya. Bahkan beberapa jenis burung manyar bisa dimanfaatkan untuk masteran.
 |
| Jenis manyar untuk masteran |
Manyar merupakan spesies burung dari keluarga Ploceidae dalam marga Ploceus. Secara umum terdapat empat jenis manyar yang terdapat di kawasan Asia Tenggara yang tiga jenis di antaranya dapat ditemukan di dalam wilayah Indonesia. Ketiga jenis manyar itu pun cukup popular dan kerap dipelihara sebagai masteran yaitu:
1. Manyar Jambul ( Streaked weaver / Ploceus manyar )
Manyar jambul merupakan jenis manyar yang mempunyai ukuran tubuh paling kecil yaitu 14 cm daripada dua jenis manyar lainnya. Burung jantan mempunyai warna bulu hitam dan kuning pada kepalanya yang di musim kawin warna kepalanya akan berubah menjadi kuning keemasan. Betina mempunyai bulu kepala yang berwarna kecoklatan dengan coretan hitam pada bagian mahkotanya dan bercak putih di leher.
 |
| Manyar jambul jantan dan betina |
Manyar jambul terdiri atas 4 subspesies / ras, dengan wilayah persebaran yang berbeda, yaitu:
- Ploceus manyar flaviceps : Habitat di wilayah tengah dan tenggara Nepal dan Pakistan, hingga India dan Sri Lanka.
- Ploceus manyar peguensis : Habitat di wilayah timur India, Bangladesh, wilayah tenggara Bhutan, wilayah utara dan tengah Myanmar, wilayah selatan China, dan wilayah utara Laos.
- Ploceus manyar williamsoni : Habitat di wilayah barat, tengah dan tenggara Thailand, Kamboja, dan wilayah selatan Vietnam.
- Ploceus manyar manyar: Ras inilah yang merupakan burung endemik di Pulau Jawa, Pulau Bawean, dan Pulau Bali.
Manyar jambul sering ditemukan dalam koloni besar di beberapa tempat di dataran rendah. Dulu, burung ini mudah dijumpai di pohon kelapa atau tanaman palm di halaman rumah, juga pohon-pohon di sekitar kebun atau semak-semak.
2. Manyar emas (Asian golden weaver / Ploceus hypoxanthus)
Manyar emas mempunyai ukuran tubuh sedang yaitu 15 cm. Bulunya mudah dikenali karena berwarna kuning keemasan dengan bagian muka / wajah yang berwarna hitam. Pada musim berbiak, burung jantan mempunyai mahkota, tungging dan bulu bagian bawah yang berwarna kuning sedangkan sisi muka, dagu dan tenggorokan berwarna hitam.
 |
| Manyar emas jantan dan betina |
Burung manyar emas hanya terdiri atas dua subspesies / ras, dengan perbedaan wilayah persebaran yang sangat tegas, yaitu:
- Ploceus hypoxanthus hymenaicus : Ras ini memiliki wilayah persebaran di Myanmar bagian tengah, baratdaya dan selatan, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam bagian selatan.
- Ploceus hypoxanthus hypoxanthus : Ras ini memiliki wilayah persebaran di Sumatera bagian timur dan Pulau Jawa.
Manyar emas termasuk burung yang sangat jarang dijumpai. Mereka hidup secara berkelompok / koloni di antara semak-semak dan gelagah, baik di kawasan rawa maupun wilayah terbuka yang banyak rawanya.
Perkembangbiakan burung manyar emas tercatat di Danau Toba (Sumatera Utara) dan Taman Nasional Baluran di Jawa Timur.
3. Manyar tempua (Baya weaver / Ploceus philippinus)
Manyar tempua mempunyai ukuran tubuh sebesar manyar emas (15 cm). Burung ini banyak ditemukan di kawasan Asia Tengara dan Asia Utara. Tapi tidak seperti nama latinnya yang mengandung kata philippinus, spesies manyar ini justru tidak akan bisa dijumpai di Filipina.
 |
| Manyar tempua jantan dan betina |
Pada musim berkembang biak, burung jantan akan memiliki mahkota dan tengkuk berwarna kuning emas, wajah hitam, tubuh bagian bawah berwarna kuning tua, dan tubuh atas coklat abu-abu. Betina tidak memiliki tanda hitam dan kuning di bagian kepala.
Burung manyar tempua terdiri atas lima subspesies / ras, dengan wilayah persebaran sebagai berikut:
- Ploceus philippinus philippinus : Pakistan, India, Nepal selatan, dan Sri Lanka.
- Ploceus philippinus travancoreensis : India bagian baratdaya.
- Ploceus philippinus burmanicus : India timurlaut, Bhutan selatan, Bangladesh, Myanmar utara, dan ujung selatan China .
- Ploceus philippinus angelorum : Thailand (timur, tengah, utara) hingga ke selatan Laos.
- Ploceus philippinus infortunatus: Myanmar bagian selatan, Thailand barat dan selatan, Vietnam selatan, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Pulau Nias, Jawa dan Bali (di beberapa tempat sudah hampir punah).
Manyar tempua adalah burung sosial yang kerap dijumpai bersama-sama dengan jenis burung lainnya. Biasanya merak ditemukan bersama dengan koloninya pada waktu mencari makanan yang berupa benih yang terdapa pada tanaman maupun di permukaan tanah.
Burung manyar tempua sering terlihat mengumpulkan padi dan bijian lainnya di petak-petak sawah yang akan dipanen. Karena sering merusak, burung manyar ini dianggap sebagai hama bagi petani.
Posted by Duto
burung indonesia,
pambudi guntur,
sempur hujan sungai
06.48
Sempur hujan sungai atau dikenal dengan sebutan Pambadi guntur (Cymbirhyncus macrorhynchos) memiliki penampilan yang tampak sangar. Paruhnya tebal dan dada berwarna merah darah dengan kalung kehitaman di lehernya. Jika dilihat dari atas, burung ini berwarna hitam legam dengan sedikit corak merah pada tunggir dan garis putih di sayapnya.
Selain penampilannya yang sangat garang itu, burung ini justru memiliki bulu beraneka warna yang sangat mencolok, dan sangat kontras sekali dengan suara kicauannya yang parau seperti suara tonggeret. Meskipun bertubuh kecil, namun kepakan sayapnya terdengar bak guntur. Karena alasan itu, masyarakat Dayak menjulukinya dengan nama Pambudi Guntur.
Jenis burung ini menghuni hutan dataran rendah mulai dari Myanmar, Kamboja, Thailand, Malaysia, sampai ke Indonesia. Namun penyebarannya di Indonesia hanya terdapat di Sumatera dan Kalimantan saja. Sesuai namanya, spesies burung ini dapat ditmukan di sepanjang aliran sungai ketika berburu pakan favoritnya, yaitu serangga, kepiting, siput, dan ikan-ikan kecil.
Karena berhabitat di sekitar aliran sungai, sempur-hujan darat atau Pambudi Guntur akan bersarang di pohon-pohon yang tidak jauh dari aliran sungai. Sarangnya unik, berbentuk memanjang dan menggantung di cabang pohon. Pada bagian tengahnya terdapat sebuah lubang tempat burung ini keluar masuk.
Suara kicauan burung sempur-hujan sungai atau black and red broadbill:
Posted by Duto
burung endemik,
burung indonesia,
cucak,
cucak wilis
09.10
Cucak gunung atau lebih populer dengan sebutan burung rengganis atau cucak wilis adalah jenis burung yang cukup banyak dipelihara kicaumania di Indonesia. Suara kicauannya memang kurang bervariasi dan cenderung monoton, tapi irama yang dibawakannya sangat berirama. Selain mudah beradaptasi, perawatannya pun terbilang mudah sehingga banyak kicaumania yang tertarik memeliharanya sebagai klangenan atau bunyi-bunyian di rumah.
Dalam bahasa Inggris, cucak wilis dikenal dengan nama Orange-spotted bulbul dan bernama latin Pycnonotus bimaculatus. Spesies burung ini berukuran sedang, panjang tubuhnya sekitar 20 cm, berwarna coklat dan putih, tungging kuning, kekang dan bintik jingga yang khas ada di atas matanya. Bagian atas berwarna coklat zaitun, tenggorokan dan dada atas coklat kehitaman. Bagian dada berbintik coklat puth, perut putih, iris coklat, paruh dan kakinya berwarna hitam.
Jenis burung ini merupakan burung endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di hutan-hutan dalam wilayah Sumatera, Jawa dan Bali. Terdiri dari tiga sub-spesies dengan daerah persebarannya masing-masing, yaitu: - Pycnonotus bimaculatus snouckaerti yang tersebar di wilayah Sumatra bagian barat-laut.
- Pycnonotus bimaculatus bimaculatus yang tersebar di willayah Sumatra bagian barat-daya, Jawa bagian barat dan tengah.
- Pycnonotus bimaculatus tenggerensis yang tersebar di wilayah Jawa bagian timur.
Di alam bebas, burung cucak wilis menghuni kawasan hutan di pegunungan dengan ketinggian 800 - 3000 meter dpl, hingga ke zona cantigi gunung dekat puncaknya. Karena itu, tidak heran jika burung ini kerap ditemukan mulai dari lereng sampai puncak gunung, seperti di Merapi.
Cucak wilis mempunyai suara kicauan yang sangat khas. Jika disebutkan, suaranya mirip suara kutilang namun dengan irama yang cepat, seperti "ciluk-culik-ciluk" atau "cak-cak-cu-ciluliuli" yang cukup kencang.
Perawatan harian burung cucak wilis tidak jauh berbeda dengan perawatan burung dari jenis cucak-cucakan yang lain seperti kutilang maupun trucukan. Buah-buahan yang bervariasi mulai dari pisang hingga pepaya dan mangga dapat diberikan sebagai pakan tambahannya, sedangkan untuk serangga, burung ini sangat menyukai ulat hongkong dan jangkrik.
Dalam perawatannya, burung cucak wilis sangat suka sekali mandi. Jika tidak diberikan bak mandi kecil ke dalam sangkarnya, maka burung ini akan mandi dalam cepuk minumnya sehingga bisa mengotori air minumnya. Oleh karena itu, memandikan cucak wilis secara rutin setiap hari dapat membuatnya semakin rajin berbunyi.
Berikut beberapa suara kicauan burung cucak wilis untuk memancing bunyi:
Semoga bermanfaat